17/06/2026
Artikel

Kolaboratif Wujudkan Jejaring Laboratorium yang Handal dan Berdaya Saing

Laboratorium memiliki fungsi esensial dalam mengawasi Obat dan Makanan karena perannya yang terintegrasi dalam rangkaian tahapan pengawasan yang meliputi registrasi, standarisasi, pengawasan, pengujian, dan penyidikan. Kontribusi ini diwujudkan melalui penyediaan data hasil uji yang valid dan terjamin kepercayaannya, yang didasarkan pada bukti ilmiah (scientific base). Hasil uji dari laboratorium menjadi salah satu landasan utama bagi Badan POM untuk menentukan langkah tindak lanjut pengawasan.

Selain tuntutan untuk efektif dalam mengawasi produk yang beredar, laboratorium juga harus memiliki kapabilitas untuk merespons dengan cepat kasus-kasus Obat dan Makanan yang muncul di tingkat nasional. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan laboratorium agar mampu menghadapi kompleksitas dan tantangan di masa depan.

Upaya penguatan strategis ini diwujudkan dalam penyusunan Grand Design Penguatan Laboratorium Pengawasan Obat dan Makanan, yang berfungsi sebagai rencana jangka panjang. Dokumen ini memuat perumusan kondisi ideal yang berorientasi pada pencapaian hasil dalam menghadapi tantangan masa depan. Grand Design ini mencakup tiga pilar strategi utama: integrated laboratory networking, digitalized laboratory, dan green laboratory. Secara rinci, tujuan penguatan laboratorium akan dicapai melalui:

  1. Jejaring Laboratorium Terintegrasi (Integrated Laboratory Networking): Menjamin ketersediaan laboratorium pengujian dalam jumlah yang memadai, tersebar secara strategis, dan saling terhubung dalam sebuah jaringan.
  2. Laboratorium Terdigitalisasi (Digitalized Laboratory): Menerapkan konsep digitalisasi dan automasi untuk meningkatkan efektivitas seluruh proses—mulai dari pengujian, pengelolaan/manajemen data, hingga pertukaran informasi yang lebih akurat, cepat, dan tepat.
  3. Laboratorium Hijau (Green Laboratory): Mengembangkan fasilitas laboratorium berdasarkan prinsip-prinsip keberlanjutan. Pendekatan ini mencakup perubahan pola pikir, optimalisasi (penghematan) sumber daya, serta implementasi yang bersifat kolaboratif dan inovatif.

Dalam rangka mewujudkan Integrated Laboratory Networking, Laboratorium Badan POM menjalin kolaborasi dengan laboratorium eksternal, baik dari kementerian/lembaga lain, institusi akademik, maupun pihak swasta, guna memperkuat pengawasan produk beredar. Salah satu wujud kerja sama ini adalah standarisasi Metode Analisis. Standarisasi ini bertujuan agar semua laboratorium di Indonesia menghasilkan hasil uji yang konsisten (sama), sehingga potensi terjadinya sengketa (dispute) hasil uji dapat dicegah.

Jejaring laboratorium ini memfasilitasi pertukaran data, berbagi pengetahuan (sharing knowledge), metode uji, dan hasil riset secara efisien dan terpercaya. Dengan membangun jejaring yang kuat, laboratorium dapat saling memperkuat kompetensi, menghindari duplikasi pekerjaan, dan mempercepat pengambilan keputusan pengawasan berdasarkan data ilmiah yang valid.

Beberapa kegiatan nyata yang sudah dilakukan dalam kerangka jejaring ini meliputi: standarisasi Metode Analisis di tingkat nasional dan internasional, pelaksanaan pelatihan analisis, pengembangan website jejaring laboratorium, serta penyelenggaraan uji Profisiensi dan uji kolaborasi.

Sinergi antar laboratorium sangatlah penting untuk memastikan keamanan dan kualitas Obat dan Makanan yang beredar. Dengan terbentuknya jejaring laboratorium yang andal, diharapkan Laboratorium Badan POM akan mampu merespons perkembangan teknologi di masa depan, yang pada akhirnya akan menghasilkan Laboratorium Pengawasan Obat dan Makanan yang Tangguh.

Leave feedback about this

  • Quality
  • Price
  • Service

PROS

+
Add Field

CONS

+
Add Field
Choose Image
Choose Video