17/06/2026
Artikel

Kosmetik yang Mengandung Bahan yang Berbahaya Bisa Membahayakan Tumbuh Kembang Janin

Banyak ibu hamil mengalami fluktuasi mood yang signifikan, bahkan beberapa merasa perlu tetap merias diri dengan kosmetik saat di rumah. Namun, tidak semua produk kecantikan aman untuk digunakan selama masa kehamilan. Wanita hamil sangat disarankan untuk menghindari kosmetik dan skincare yang mengandung bahan kimia berbahaya karena berpotensi membahayakan janin. Meskipun produk kecantikan yang memiliki izin edar BPOM umumnya dianggap aman bagi ibu hamil, kehati-hatian harus lebih ditingkatkan saat menggunakan produk racikan dokter atau kosmetik oplosan. Konsultasi mendalam mengenai komposisi produk sangat diperlukan untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan pada janin.

1. Bahaya Turunan Retinoid

Salah satu kandungan yang harus dihindari adalah turunan vitamin A atau retinoid, karena dapat meningkatkan risiko cacat lahir dan keracunan hati pada janin. Retinoid, yang mencakup zat seperti retin-A, renova, retinol, dan retinyl palmitate, umumnya ditemukan dalam obat jerawat resep dan produk anti-aging. Semua turunan retinoid (termasuk retinaldehyde, differin, adapalene, tretinoin, tazarotene, dan isotretinoin) termasuk dalam kategori C, yang berarti berisiko meskipun dianggap aman dalam kondisi tertentu, sehingga sebaiknya dihindari. Versi lain dari turunan retinoid, seperti tazorac dan accutane, bahkan masuk kategori X yang sepenuhnya kontraindikasi. Karena retinoid mempercepat pembelahan sel dan mencegah kerusakan kolagen, dokter menyarankan wanita untuk menghentikan penggunaan produk berbasis retinoid sejak perencanaan kehamilan.

2. Larangan Hidrokuinon

Penggunaan produk pencerah wajah yang mengandung hidrokuinon tidak disarankan selama kehamilan. Perubahan kulit menjadi kusam selama kehamilan biasanya hanya bersifat sementara akibat fluktuasi hormon dan akan kembali normal setelah melahirkan. Hidrokuinon, yang sering ditemukan dalam krim pemutih instan dan memiliki potensi bahaya setara dengan merkuri, dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin. Zat ini, yang dikenal juga sebagai idrochinone, quinol, atau 1-4 hydroxy/dihydroxy benzene, termasuk dalam kategori C, sehingga penggunaannya perlu dihindari.

3. Risiko Merkuri

Kandungan merkuri yang kerap ada pada bedak dan krim pemutih wajah merupakan zat kimia yang seharusnya tidak digunakan pada kulit karena dapat merusak hati dan ginjal, serta mengganggu perkembangan janin. Meskipun merkuri memberikan efek mencerahkan dalam waktu singkat, penggunaannya dapat menyebabkan iritasi dan kemerahan pada kulit saat terpapar sinar matahari. Oleh karena itu, penting untuk menghindari kosmetik atau skincare yang mengandung merkuri demi kesehatan ibu dan janin.

4. Benzoil Peroksida

Bahan kimia lain yang harus dihindari adalah benzoil peroksida. Kandungan ini sering ditemukan dalam produk anti-acne dan dapat terserap oleh kulit hingga 5% saat dioleskan. Ibu hamil sebaiknya memilih produk yang sama sekali tidak mengandung benzoil peroksida. Jika tidak memungkinkan, disarankan untuk memilih produk dengan konsentrasi sangat rendah (kurang dari 5%) selama masa kehamilan.

sumber gambar: https://apakabaronline.com/wp-content/uploads/2024/05/cats-18.jpg

Leave feedback about this

  • Quality
  • Price
  • Service

PROS

+
Add Field

CONS

+
Add Field
Choose Image
Choose Video