17/06/2026
Berita Kegiatan

Pelatihan Jejaring Laboratorium Kosmetik Indonesia (JLKI) Tahun 2026: Upaya Penguatan Kompetensi Pengujian Kosmetik Berbasis Teknologi LC-MS/MS

Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) melalui Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) menyelenggarakan Pelatihan Jejaring Laboratorium Kosmetik Indonesia (JLKI) Tahun 2026 pada tanggal 13–17 April 2026 selama lima hari. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan kapasitas laboratorium dalam mendukung pengawasan kosmetik yang lebih efektif, ilmiah, dan terstandar.

Pelatihan diikuti oleh perwakilan laboratorium anggota jejaring, yaitu Balai Pengujian Mutu Barang Kementerian Perdagangan, LPPOM MUI, PT Saraswanti Indo Genetech, PT Eurofins Angler Biochemlab, dan PT SGS Indonesia. Selain itu, turut hadir laboratorium eksternal yang memiliki ruang lingkup pengujian kosmetik, antara lain PT Intertek Utama Services, PT Equilab International, dan PT Sucofindo. Perwakilan Balai Besar POM (BBPOM) dari berbagai daerah, seperti Pekanbaru, Medan, Mataram, Manado, Jayapura, dan Denpasar juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Mengangkat tema “Analisis Cemaran Akrilamid dalam Kosmetik”, pelatihan difokuskan pada peningkatan kompetensi pengujian menggunakan teknologi Liquid Chromatography Tandem Mass Spectrometry (LC-MS/MS). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia laboratorium dalam melakukan analisis cemaran kosmetik secara akurat dan sesuai standar yang berlaku.

Dalam sambutannya, Kepala PPPOMN, Mimin Jiwo Winanti, menyampaikan bahwa pembentukan Jejaring Laboratorium Kosmetik Indonesia merupakan langkah strategis untuk menyelaraskan kompetensi laboratorium sekaligus memperkuat pertukaran informasi antar-laboratorium dalam mendukung sistem pengawasan kosmetik di tingkat nasional. Melalui pelatihan ini, diharapkan para penguji laboratorium kosmetik mampu mengimplementasikan metode analisis secara tepat, konsisten, dan terstandar.

Peserta mendapatkan pembekalan teori maupun praktik pengujian cemaran Akrilamid menggunakan teknologi LC-MS/MS. Pelatihan ini juga menjadi bagian dari persiapan uji kolaborasi metode analisis akrilamid dalam rangka pengembangan Standar Nasional Indonesia (SNI). Materi teori disampaikan oleh akademisi Institut Pertanian Bogor, Mohamad Rafi, yang menjelaskan metode analisis cemaran akrilamid serta regulasi terkait berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 16 Tahun 2024 tentang Batas Cemaran dalam Kosmetik. Selain itu Okta Lian Atikah juga turut memberikan kuliah terkait troubleshooting LC-MS/MS.

Di hari kedua hingga hari terakhir, kegiatan dilanjutkan dengan praktikum pengujian cemaran akrilamid pada berbagai sampel kosmetik. Praktikum dipandu secara langsung oleh instruktur PPPOMN, Erita Lusianti dan Yustina, sehingga peserta dapat mengaplikasikan secara langsung metode analisis menggunakan instrumen LC-MS/MS dan memahami keseluruhan tahapan pengujian secara komprehensif. Pelaksanaan Pelatihan JLKI Tahun 2026 ini menjadi bentuk nyata komitmen Badan POM dalam memperkuat kapasitas laboratorium kosmetik nasional. Melalui sinergi dan kolaborasi antar-laboratorium, diharapkan hasil pengujian kosmetik semakin akurat, konsisten, dan terpercaya dalam mendukung perlindungan kesehatan masyarakat. Badan POM juga terus mendorong penguatan jejaring laboratorium sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pengawasan sekaligus memperkuat daya saing industri kosmetik Indonesia di tingkat internasional. (Yustina)

Leave feedback about this

  • Quality
  • Price
  • Service

PROS

+
Add Field

CONS

+
Add Field
Choose Image
Choose Video