17/06/2026
Artikel

Pengujian Sunscreen Keamanan dan Efikasi untuk Perlindungan Kulit Optimal

Pengujian sunscreen menjadi semakin penting untuk memastikan perlindungan kulit yang maksimal. Sinar matahari mengandung tiga jenis radiasi ultraviolet (UV) – UVA, UVB, dan UVC. UVC tidak mencapai bumi karena diserap oleh lapisan ozon, tetapi UVA dan UVB sampai ke permukaan bumi dan kulit kita. UVA menyumbang sekitar 90% radiasi UV yang mencapai bumi, dan dengan panjang gelombang yang lebih panjang, UVA menembus lebih dalam ke kulit, merusak kolagen, elastin, dan menyebabkan penuaan kulit. Sebaliknya, UVB dengan panjang gelombang yang lebih pendek terutama merusak lapisan epidermis, menyebabkan kulit terbakar dan meningkatkan risiko kanker kulit.

Pentingnya Keamanan dan Efikasi Sunscreen

Sunscreen harus aman dan efektif dalam melindungi kulit dari radiasi UV. Untuk menjamin keamanan, berbagai uji in vivo dilakukan, seperti:

  • Uji Fototoksisitas: memastikan sunscreen tidak menyebabkan iritasi saat terkena sinar matahari.
  • Uji Fotoalergi: menilai potensi alergi akibat paparan sinar matahari.
  • Uji Non-komedogenik: memastikan sunscreen tidak menyumbat pori-pori, penting untuk kulit berjerawat.
  • Uji Ocular: memastikan keamanan saat terkena mata, tidak menimbulkan iritasi.

Selain keamanan, daya tarik kosmetik juga penting. Sunscreen harus memiliki tekstur yang mudah diaplikasikan, tidak lengket, dan memiliki aroma yang menyenangkan agar disukai konsumen.

Efikasi Sunscreen Melindungi Kulit

Efektivitas sunscreen diukur dengan Sun Protection Factor (SPF) untuk melindungi dari UVB, serta tingkat perlindungan UVA. Uji SPF dilakukan di berbagai kondisi kering dan basah, sesuai standar dari FDA, ISO, dan AS/NZS.

  • SPF Kering: Mengukur seberapa efektif sunscreen melindungi dari reaksi terbakar sinar matahari.
  • SPF Basah: Mengukur daya tahan sunscreen terhadap air, termasuk klaim ketahanan 40 atau 80 menit dalam kondisi basah.

Untuk perlindungan UVA, uji dilakukan secara in vivo melalui metode penggelapan pigmen kulit. Sedangkan uji in vitro, seperti uji fotostabilitas, mengukur seberapa stabil sunscreen saat terkena sinar matahari. Sunscreen yang baik harus melindungi kulit dari sinar UV secara luas, baik UVA maupun UVB.

Pengujian Sunscreen dan Standar Internasional

Standar internasional yang digunakan mencakup:

  • ISO 24444 untuk pengukuran SPF
  • ISO 24442 untuk perlindungan UVA
  • ISO 24443 untuk perlindungan spektrum luas UVB dan UVA

Daya Tahan dan Keberlanjutan Lingkungan

Selain efektif melindungi kulit, penting bagi sunscreen untuk ramah lingkungan. Uji ekotoksisitas dilakukan untuk mengukur dampak bahan aktif pada terumbu karang dan lingkungan laut. Dengan metode ReefTox, efek terhadap terumbu karang dapat dinilai, memastikan klaim ‘reef-friendly’ pada produk.

Inovasi Pengujian Sunscreen

SGS, salah satu laboratorium kosmetik terkemuka di Indonesia, turut berpartisipasi dalam konsorsium internasional yang fokus pada pengembangan metode pengujian sunscreen alternatif. Salah satu metode yang sedang dikembangkan adalah HDRS, yang mengukur spektrum penyerapan sunscreen pada kulit. Metode ini tidak hanya menawarkan pendekatan yang lebih cepat, tetapi juga lebih ramah lingkungan dalam menilai perlindungan terhadap sinar matahari. Dengan standar pengujian yang ketat dan kepatuhan terhadap regulasi internasional, SGS mendukung produsen dalam memastikan bahwa produk sunscreen mereka aman, efektif, dan juga bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Sumber: China Releases Supervision and Administration Provisions on Children’s Cosmetics | SGS

Leave feedback about this

  • Quality
  • Price
  • Service

PROS

+
Add Field

CONS

+
Add Field
Choose Image
Choose Video