The 22nd ASEAN Cosmetic Testing Laboratories Committee (ACTLC) Meeting
Sidang ke-22 ASEAN Cosmetic Testing Laboratories Committee (ACTLC) telah berhasil dilaksanakan melalui konferensi video pada tanggal 7 dan 8 Mei 2024. Pertemuan penting ini dipimpin oleh Ms. Dk Siti Yusrima Caesarina Pg Hj Mohd Yussof dari Brunei Darussalam, dengan didampingi oleh wakil ketua Mr. Chansapha Pamanivong dari Laos, serta dihadiri oleh perwakilan dari seluruh Negara Anggota ASEAN, yaitu Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan juga Sekretariat ASEAN.
Dalam agenda keempat, Indonesia yang diwakili oleh Kepala Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN), Dra. Susan Gracia Arpan, Apt, M.Si, mempresentasikan kemajuan upaya peningkatan status ASEAN Cosmetics Method (ACM 011) menjadi standar ISO. Metode ACM 011, yang berjudul “Determination of 1,4-Dioxane in Cosmetic Products by Gas Chromatography Mass Spectrometry Head Space Sampler (GC-MS/HSS)”, telah disahkan oleh ACC pada pertemuan ke-38 dan kini telah diunggah di website ASEAN dan ASEAN Trade Repository agar dapat digunakan oleh seluruh Negara Anggota ASEAN untuk pengujian produk kosmetik.
Pada sidang ACTLC ke-22 tersebut, Kepala PPPOMN merinci berbagai perkembangan harmonisasi metode analisis (MA) menjadi standar ISO. Perkembangan tersebut mencakup koordinasi yang telah dilakukan Indonesia dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) sebagai anggota P-member ISO TC 217, serta pembahasan dokumen bersama dengan Singapura dan Thailand. Semua upaya ini telah mencapai tahap presentasi pada pertemuan ISO/TC 217 Kosmetik Working Group 3 ke-27 yang dilaksanakan secara virtual pada 28 Maret 2024. Pada kesempatan tersebut, project leader Indonesia, Prof. apt. Abdul Rohman, PhD., M.Si., memaparkan New Work Item Proposal (NWIP) dan draf standar ISO untuk metode penentuan 1,4-Dioksan. Atas pemaparan ini, para pakar ISO/TC 217 WG 3 merekomendasikan agar Indonesia segera mempersiapkan draf pertama standar untuk diserahkan kepada WG 3. Draf ini akan dikonsultasikan dan dikomentari, sebelum dibahas lebih lanjut pada pertemuan WG 3 berikutnya yang dijadwalkan pada 1 Juli 2024 mendatang. Semangat, dukungan, dan apresiasi yang diberikan oleh seluruh Negara Anggota ASEAN terhadap upaya Indonesia meningkatkan ACM 011 menjadi standar ISO ini menjadi dorongan positif bagi PPPOMN untuk terus berupaya maksimal. Tujuannya adalah agar metode analisis yang dikembangkan Indonesia dapat memberikan manfaat yang lebih besar dalam menjamin keamanan produk kosmetik, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi ASEAN dan komunitas internasional.
Nany Bodrorini
Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional
Sumber gambar: https://tse3.mm.bing.net/th/id/OIP.sr72Pdi1qlYxMbYGTWkP0wHaDe?rs=1&pid=ImgDetMain&o=7&rm=3

Leave feedback about this