JLKI Blog Artikel  7 Bahan Kimia yang Aman dalam Skincare
Artikel

 7 Bahan Kimia yang Aman dalam Skincare

Meskipun istilah “bahan kimia” seringkali dikaitkan dengan efek buruk, pada dasarnya bahan kimia adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam proses memutihkan kulit. Demi menjamin keamanan dan kesehatan, sangat penting untuk memperhatikan kadar dan jenis kandungan kimia yang digunakan. Ada beberapa bahan kimia spesifik yang diakui aman dan efektif untuk mencerahkan kulit.

Di tengah banyaknya produk skincare yang menjanjikan hasil instan, konsumen harus berhati-hati karena beberapa produk mungkin menggunakan zat berbahaya demi hasil yang cepat. Namun, terdapat tujuh bahan kimia yang terbukti aman dan bermanfaat untuk mencerahkan kulit:

Pertama, Kojic Acid yang berasal dari jamur Jepang. Berbeda dengan hidrokinon, kojic acid mampu mencerahkan kulit tanpa menimbulkan efek samping merugikan. Bahan ini, yang dihasilkan dari jamur tertentu dan digunakan dalam pembuatan sake, telah lama dimanfaatkan dalam kosmetik tradisional Jepang. Kojic acid berfungsi menghilangkan bekas jerawat, noda hitam, dan bercak penuaan. Karena kemampuannya mengikat zat besi, asam ini juga efektif memperlambat proses penuaan. Konsentrasi maksimum yang dianjurkan adalah 1 persen, namun produk pencerah kulit sering menggunakan konsentrasi sekitar 0,2 persen untuk meminimalkan risiko efek samping. Kojic acid umumnya ditemukan dalam lotion, serum, atau krim.

Kedua, Arbutin, senyawa kimia yang diekstrak dari daun kering berbagai tanaman seperti bearberry, blueberry, cranberry, dan pohon pir, kini semakin populer di kalangan penggemar kecantikan dan sering diresepkan sebagai agen pencerah. Arbutin dinilai lebih aman daripada hidrokinon dan merkuri. Varian alpha arbutin merupakan biosintesis murni yang lebih tinggi tingkatannya dan mudah larut dalam air. Bahan kimia ini bekerja efektif menghilangkan noda hitam, mencerahkan, dan mencegah kekusaman. Bahkan, dermatolog menyarankan arbutin untuk mengatasi bintik penuaan.

Ketiga, Ekstrak Likoris (Licorice) yang merupakan tanaman sejenis kacang polong. Ekstrak ini aman sebagai pencerah wajah karena bekerja menghambat enzim tironase yang mengontrol pembentukan melanin. Selain itu, likoris mengandung filter pelindung matahari, berfungsi sebagai bahan anti-aging, dan aman untuk kulit sensitif karena tidak menyebabkan iritasi.

Keempat, Ekstrak Mulberry memiliki fungsi ganda serupa dengan ekstrak likoris, yaitu menghambat aktivitas tironase dan berperan sebagai penangkal radikal bebas. Meskipun bermanfaat, ibu hamil dan menyusui disarankan untuk membatasi penggunaannya karena berpotensi memberikan dampak buruk pada bayi.

Kelima, Ekstrak Teh Hijau, yang kaya antioksidan, sudah lama dikenal memiliki manfaat kesehatan dan kini diandalkan dalam dunia kecantikan untuk mencerahkan wajah. Skincare yang diperkaya ekstrak teh hijau, bersama asam amino dan nutrisi daun teh hijau segar, juga sangat efisien dalam memberikan kelembapan pada kulit wajah.

Keenam, Glutathione adalah bahan kimia lain yang aman digunakan dalam skincare. Zat ini berperan aktif sebagai antioksidan kuat untuk menangkal radikal bebas. Selain itu, glutathione melancarkan proses detoksifikasi tubuh, menghasilkan kulit yang tampak lebih cerah, halus, dan lembut. Tingkat antioksidannya yang tinggi juga membantu menghambat produksi melanin dan mencegah penuaan dini.

Terakhir, Nano White direkomendasikan untuk mengatasi kulit kusam dan mencerahkan kulit. Kandungan kimia ini membantu serum berpenetrasi dan mengunci formula, sehingga efektif menghambat pembentukan melanin, yang merupakan salah satu penyebab utama kekusaman kulit.

sumber gambar: https://www.purodem.com/wp-content/uploads/2020/09/raw-materials.jpg

Exit mobile version