Jakarta, 14 November 2025 – Di tengah meningkatnya inovasi industri pangan dan kosmetik, kebutuhan akan sistem pengujian yang kuat dan terstandar menjadi semakin penting. Menjawab tantangan tersebut, Badan POM RI meluncurkan tiga terobosan besar yang akan menjadi fondasi baru bagi pengawasan obat, makanan, dan kosmetik di Indonesia.
Langkah monumental pertama adalah keberhasilan PPPOMN meraih Rekor MURI sebagai lembaga dengan produksi baku pembanding terbanyak. Dengan total 810 baku pembanding yang telah diproduksi, Indonesia kini mampu menyediakan bahan acuan secara mandiri, sebuah tonggak sejarah yang sebelumnya sangat bergantung pada impor.
Kemandirian ini tidak hanya mengurangi biaya pengujian, tetapi juga mempercepat proses analisis di laboratorium serta meningkatkan kepercayaan internasional terhadap kapasitas Indonesia.
Yang membuat capaian ini semakin berharga adalah percepatan kebutuhan nasional terhadap baku pembanding. Data menunjukkan bahwa dalam empat tahun terakhir, permintaan eksternal meningkat hampir dua kali lipat, menandakan peran penting Indonesia dalam pasar baku pembanding regional.
Terobosan berikutnya adalah peluncuran tiga standar baru (SNI) untuk metode uji kosmetik, yang mencakup parameter keamanan yang selama ini menjadi perhatian global. Kehadiran SNI ini diharapkan dapat memperkuat proses quality control, memberikan kepastian bagi konsumen, serta membantu industri kosmetik nasional naik kelas menuju pasar internasional.
Salah satu metode uji, yaitu 1,4-dioksan, bahkan telah menjadi rujukan ASEAN dan sedang masuk proses stanadrisasi menuju metode analisis standar ISO, sebuah pengakuan yang menunjukkan bahwa inovasi laboratorium Indonesia mampu bersaing di tingkat global.
Sebagai pelengkap, Badan POM resmi meluncurkan Website Jejaring Laboratorium Kosmetik Indonesia (JLKI), platform digital yang memfasilitasi pertukaran data, penyamaan metode uji, hingga peningkatan kompetensi tenaga laboratorium. Platform ini diharapkan menjadi pusat kolaborasi bagi laboratorium pemerintah, akademisi, dan industri untuk memperkuat kapasitas pengujian kosmetik secara nasional. Sejumlah perjanjian kerja sama strategis ditandatangani pada hari yang sama untuk memperkuat komitmen kolaboratif lintas sektor.
Ketiga inisiatif tersebut menunjukkan bahwa Badan POM tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga pada pembangunan ekosistem pengujian yang modern dan berkelanjutan. Dengan memperkuat standar, kapasitas, serta jejaring laboratorium, Indonesia selangkah lebih maju menuju ekosistem pengujian yang berdaya saing global, sebuah fondasi penting untuk melindungi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan industri nasional.
Penulis: Yustina
