Indonesian FDA Laboratory Services
Indonesian FDA Laboratory Services (INFALABS) merupakan sebuah sistem digitalisasi yang mengintegrasikan tujuh layanan publik utama yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) di lingkungan Badan POM. Sistem digital INFALABS ini dirancang agar mudah diakses kapan pun dan di mana pun melalui laman http://infalabs.pom.go.id. Tujuh layanan publik yang ditawarkan PPPOMN meliputi Penjualan Baku Pembanding, Penjualan Kultur Mikroba, Penjualan Hewan Uji, Jasa Uji Profisiensi, Jasa Pelatihan, Jasa Kalibrasi, dan Jasa Pengujian, yang memudahkan berbagai pengguna seperti mahasiswa, instansi pemerintah, BUMN, UMKM, industri obat dan makanan, hingga unit internal Badan POM di seluruh Indonesia.
Awalnya, layanan publik PPPOMN dilaksanakan secara konvensional, memaksa pelanggan harus datang langsung ke PPPOMN untuk menerima layanan, melakukan pembayaran melalui bank tertentu, dan melampirkan bukti pembayaran secara fisik. Sistem lama ini tidak efisien karena pelanggan tidak dapat melihat ketersediaan stok barang secara real time, sehingga seringkali produk yang diinginkan tidak tersedia setibanya di lokasi. Selain itu, sistem pencatatan manual menggunakan buku atau kertas berpotensi besar menyebabkan kesalahan pencatatan akibat faktor kesalahan manusia.
Menghadapi tantangan revolusi industri 4.0, PPPOMN mulai mentransformasi layanannya menjadi sistem digital pada tahun 2019. Transformasi ini bertujuan meningkatkan kemudahan dan kecepatan akses yang terintegrasi, tertib, serta termonitor secara real time. Sistem digitalisasi ini pertama kali diluncurkan pada Februari 2020 dengan nama SIPOPON, yang kemudian bertransformasi menjadi INFALABS pada tanggal 29 Maret 2021. Upaya peningkatan jangkauan terus dilakukan, termasuk penambahan fitur bilingual pada Februari 2022. Fitur-fitur INFALABS terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pelanggan; saat ini pengecekan stok, pemesanan, dan pembayaran dapat dilakukan secara digital, bahkan penerimaan barang dimungkinkan melalui sistem Cash On Delivery (COD). Standar dan tarif layanan kini bersifat transparan dan terintegrasi langsung dengan SIMPONI (Sistem Informasi PNBP Online) dari Kementerian Keuangan, menjamin keadilan dan mencegah praktik gratifikasi.
Inovasi INFALABS memberikan dampak besar bagi pengguna dengan menyediakan layanan laboratorium, termasuk produk seperti Baku Pembanding dan Kultur Mikroba, dengan harga lebih terjangkau dan jumlah yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, sangat membantu industri dan mahasiswa. Layanan seperti uji profisiensi dan pelatihan juga mendukung laboratorium pengujian di Indonesia dalam menjalankan program jaminan mutu hasil pengujian mereka. Sebelum adanya INFALABS, tidak ada institusi/lembaga di Indonesia yang menyediakan layanan uji profisiensi dan pelatihan khusus untuk produk obat dan suplemen. Perbaikan sistem layanan ini terbukti meningkatkan jumlah pelanggan secara signifikan.
Layanan esensial seperti Baku Pembanding, Hewan Uji, dan Kultur Mikroba melalui INFALABS kini menggunakan formulir digital, memungkinkan pelanggan melihat ketersediaan barang secara real time dan hanya dapat memesan barang yang tersedia stoknya, berbeda dengan sebelumnya yang memerlukan konfirmasi stok melalui telepon atau kunjungan langsung. Dampak nyata dari inovasi ini terlihat pada pemangkasan waktu penyelesaian layanan secara signifikan; untuk layanan Baku Pembanding dan Kultur Mikroba, waktu penyelesaian berubah dari 42 Hari Kerja (HK) menjadi hanya 6 HK, sedangkan layanan Hewan Uji menjadi 10 HK. Layanan Jasa Uji Profisiensi dan Baku Pembanding menjadi yang paling diminati karena keikutsertaan dalam uji profisiensi dan penggunaan baku pembanding merupakan langkah penting bagi laboratorium industri untuk menjamin mutu hasil pengujian. Prosedur untuk layanan ini, yang sebelumnya dilakukan secara manual melalui surat-menyurat atau kunjungan langsung, kini sepenuhnya dilakukan secara digital dan real time.
Inovasi INFALABS terlaksana berkat kerja sama dengan unit Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN) BPOM, dirancang berdasarkan pertimbangan dan masukan pelanggan demi mewujudkan pelayanan publik yang transparan dan akuntabel. Pemantauan dan evaluasi keberlanjutan inovasi dilakukan dengan melibatkan pihak internal, di mana tim pelayanan publik PPPOMN secara berkala mengevaluasi kinerja sistem dan memperbarui modul. Setiap layanan memiliki admin yang bertanggung jawab untuk memantau kinerja dan berkoordinasi dengan PUSDATIN jika terjadi kendala. Selain itu, Forum Konsultasi Publik (FKP) diselenggarakan setiap tahun, melibatkan pihak eksternal/pelanggan dari berbagai latar belakang untuk menampung saran demi perbaikan yang berkelanjutan. Pelanggan juga terhimpun dalam grup WhatsApp FKP dan disediakan hotline pengaduan/konsultasi yang terhubung langsung dengan admin layanan.
Infalabs dapat diakses melalui link

