JLKI Blog Berita Kegiatan Pembahasan Proyek dalam Sidang ISO/TC 217 WG 3: Usulan Standar Indonesia tentang 1,4-Dioksan Jadi Perhatian Dunia
Berita Kegiatan

Pembahasan Proyek dalam Sidang ISO/TC 217 WG 3: Usulan Standar Indonesia tentang 1,4-Dioksan Jadi Perhatian Dunia

Kelompok kerja ISO/TC 217 WG 3 (Analytical Methods) berada di bawah naungan Komite Teknis ISO/TC 217 Cosmetics, yang bertugas mengembangkan metode analisis untuk produk kosmetik. Pada 11 Juli 2025 (13.00–16.00 CET / 18.00–21.00 WIB), kelompok kerja ini menggelar sidang virtual yang dipimpin oleh Pierre Antoine Bonnet selaku convenor. Forum ini menjadi ajang penting bagi para ahli dunia untuk membahas pengembangan standar internasional di bidang analisis kosmetik.

Indonesia berpartisipasi aktif melalui delegasi yang terdiri dari:

  • Abdul Rohman dan Agustina Ari Murti Budi H. (Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada)
  • Heru Suseno (Direktur PSAKKPK, Badan Standardisasi Nasional)
  • Sri Purwaningsih (Plh. Kepala Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional, BPOM)
  • Erita Lusianti, Widyanto K., dan tim PPPOMN BPOM
  • Irma Rumondang Lamria (BSKJI, Kementerian Perindustrian)
  • Ratna Rahayu U., Yuniar Intan H., dan Amjad Tri Puspitasari (BSN)

Dalam pertemuan tersebut, dibahas dua proyek utama:

  1. ISO/CD 22176 Cosmetics — Analytical methods — Validation of quantitative analytical methods using an integrated approach
  2. ISO/AWI 24913 Cosmetics – Test method on the detection and quantification of 1,4-dioxane in cosmetic products, yang merupakan usulan dari Indonesia.

Tim ahli Indonesia memaparkan perkembangan draf ISO/AWI 24913 dengan menanggapi masukan dari para ahli internasional pada NP Ballot yang berlangsung antara 17 Februari–12 Mei 2025. Usulan standar ini pertama kali diajukan oleh Indonesia pada Maret 2024 dan terus dikembangkan melalui pembahasan teknis hingga saat ini.

Para ahli dari berbagai negara menyambut hangat inisiatif Indonesia ini. Mereka memberikan saran teknis terkait ruang lingkup, jenis matriks, prosedur pembuatan sampel, hingga pelaksanaan ring test. Beberapa ahli dari Prancis, Tiongkok, Belanda, dan Italia bahkan menyampaikan pertanyaan serta ketertarikan mendalam terhadap metode pengujian yang diajukan. Negara seperti Prancis dan Italia juga secara sukarela menawarkan diri untuk bekerja sama dalam penyusunan prosedur ring test.

Hasil sidang merekomendasikan pembentukan task force khusus yang terdiri dari:

  • Abdul Rohman (Indonesia)
  • Mark Burford (AS)
  • Fabien Valadon (Prancis)
  • Marylin Gasthuys (Prancis)
  • Maximilian Orlandi (Italia)

Tim ini akan merancang dan mengoordinasikan pelaksanaan ring test yang ditargetkan selesai pada Desember 2026.

Keterlibatan aktif Indonesia dalam sidang ini mencerminkan komitmen nasional untuk berkontribusi secara substansial terhadap pengembangan standar internasional di bidang kosmetik, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah global.

Exit mobile version