Tangerang, 9 Oktober 2025 – SIG bersama Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) sukses menyelenggarakan seminar bertajuk “Understanding In-Vitro & In-Vivo Studies to Support Safe & Competitive Cosmetic Products” yang berlangsung pada Kamis, 9 Oktober 2025, bertepatan dengan hari pembukaan pameran kosmetika terbesar di Indonesia — Cosmobeaute Indonesia 2025 di ICE BSD, Tangerang. Kegiatan ini menghadirkan para ahli dari dunia akademik, industri, dan regulator dalam satu forum ilmiah untuk membahas pentingnya uji in-vitro dan in-vivo dalam memastikan mutu, keamanan, dan daya saing produk kosmetik di pasar nasional maupun internasional
Dalam kesempatan ini, SIG diwakili oleh Bapak Dwi Lulu Agus, S.Si, yang membawakan materi berjudul “Peran Laboratorium Terakreditasi terhadap Pemenuhan Kebutuhan Uji In-Vitro & In-Vivo Produk Kosmetika.”

Dalam pemaparannya, beliau menyoroti pentingnya keberadaan laboratorium pengujian yang memiliki akreditasi nasional maupun internasional untuk menjamin validitas hasil uji serta mendukung industri kosmetik agar dapat memenuhi regulasi global.
“SIG berkomitmen untuk menjadi mitra terpercaya bagi industri kosmetik dalam menyediakan layanan pengujian yang ilmiah, kredibel, dan sesuai standar internasional. Melalui pendekatan berbasis sains, kami ingin membantu pelaku industri menghasilkan produk yang tidak hanya aman tetapi juga berdaya saing tinggi,” ujar Dwi Lulu Agus.
Sementara itu, dari Sekolah Farmasi ITB, hadir Dr. apt. Annisa Rahma, M.Sc, selaku Head of Innovative Cosmetic Laboratory, yang membawakan materi bertajuk “Perspektif Ilmiah dalam Perkembangan Uji Mutu dan Keamanan Produk Kosmetik.” Beliau menjelaskan perkembangan riset terkini dalam pengujian kosmetik serta bagaimana hasil kajian ilmiah dapat menjadi dasar inovasi produk yang efektif dan sesuai dengan regulasi.
“Riset ilmiah menjadi pondasi utama dalam mengembangkan produk kosmetik yang aman, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan konsumen. Sinergi antara akademisi, laboratorium, dan industri akan mempercepat terciptanya ekosistem riset kosmetik yang kuat di Indonesia,” ungkap Dr. Annisa Rahma. Usai sesi pemaparan, acara dilanjutkan dengan diskusi panel yang menghadirkan Ibu Dra. Yurita Amarya S, Apt., MKM, selaku Koordinator Kelompok Substansi Standardisasi Kosmetik, BPOM RI.
Dalam sesi ini, BPOM memberikan perspektif regulasi dan menegaskan pentingnya pengujian berbasis sains sebagai bagian dari proses penjaminan mutu dan keamanan produk kosmetik yang beredar di Indonesia
“BPOM sangat mengapresiasi setinggi-tingginya bagi para pelaku usaha yang telah tertib mengikuti regulasi yang ada dan sudah mau jujur terhadap setiap info klaim produk yang tampil di kemasan dengan melampirkan bukti scientific seperti hasil pengujian laboratorium” ujar Bu Yurita Kegiatan seminar ini disambut antusias oleh para peserta yang terdiri dari pelaku industri kosmetik, peneliti, akademisi, serta regulator. Interaksi aktif dalam sesi tanya jawab mencerminkan tingginya minat terhadap topik pengujian in-vitro dan in-vivo sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal. Melalui kolaborasi antara SIG, Sekolah Farmasi ITB, dan BPOM RI, kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia akademik, laboratorium, dan regulator dalam mendorong kemajuan industri kosmetik nasional berbasis sains dan inovasi.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan pengujian laboratorium, riset, dan konsultasi pengembangan produk kosmetik, hubungi kami di 082111516516, kunjungi www.siglaboratory.com, atau datang langsung ke Graha SIG, Jl. Rasamala No. 20, Taman Yasmin, Bogor, Jawa Barat 16113.